Inovasi Galon Bekas untuk Budidaya Lele, Dorong Ekonomi Warga

KULON PROGO, smpantura – Dengan memanfaatkan galon bekas untuk budidaya ikan lele dalam rangka pengembangan ekonomi masyarakat Dukuh Trayu, Kelurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Masyarakat diberi sosialisasi dan pendampingan dari para mahasiswa yang Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY).

“Kegiatan budidaya lele dalam galon di laksanakan di Dusun Trayu mendapatkan respons baik dari masyarakat. Program ini di latarbelakangi adanya keterbatasan lahan yang menjadi kendala utama dalam pelaksanaan budidaya lele secara konvensional,” ujar, Afin rahmawati, sebagai penanggung jawab program kerja KKN UPY, Senin (23/2).

Ia mengatakan, sebagian masyarakat belum memiliki ruang yang cukup untuk pembuatan kolam, sehingga potensi usaha perikanan belum dapat di manfaatkan secara optimal. Mendasari hal itu, para mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara bertahap. Di mulai dari persiapan sarana dan prasarana seperti pengumpulan serta pembersihan galon bekas.

BACA JUGA :  Perajin Telur Asin di Brebes Naikan Produksi, Sambut Arus Mudik

Tidak hanya itu, juga di bantu penyiapan perlengkapan pendukung seperti air, pakan, benih lele, garam ikan, selang, kawat, dan EM4. Masyarakat juga di berikan pemahaman mengenai tahapan pembuatan media budidaya. Dan proses pengisian dan pengendapan air untuk menstabilkan kualitasnya, serta teknik penebaran dan pemeliharaan benih lele agar dapat tumbuh secara optimal.

Afin rahmawati salah satu mahasiswa KKN Kelompok 22 menyampaikan bahwa program ini di rancang sebagai solusi sederhana namun inovatif untuk mengatasi keterbatasan lahan. Budidaya lele dalam galon ini tidak membutuhkan ruang yang luas dan dapat di terapkan di halaman rumah. Sehingga masyarakat tetap bisa produktif dan memiliki peluang tambahan penghasilan melalui konsep ekonomi kreatif. (**)