Santri Didorong Aktif Menulis, Ini Pesan Wagub Jateng

SEMARANG, smpantura – Di era digital saat ini, kalangan santri perlu memiliki keterampilan menulis untuk menghadapi derasnya arus informasi yang terus berkembang. Kemampuan tersebut penting tidak hanya untuk merespons dinamika informasi, tetapi juga untuk meneguhkan praktik jurnalistik yang menghasilkan berita dan tulisan secara bertanggung jawab.

Hal itu di sampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen usai menerima audiensi Gerakan Santri Menulis (GSM) di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Senin, 23 Februari 2026.

Menurutnya, pelatihan menulis di lingkungan pesantren merupakan langkah yang tepat. Sebab, pesantren telah memiliki tradisi pembelajaran yang ketat terkait validitas dan pertanggungjawaban sebuah tulisan, seperti dalam kajian riwayat dan matan hadis.

Gus Yasin juga menekankan bahwa perkembangan media kini semakin beragam dengan berbagai platform. Di sisi lain, kemajuan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) berpotensi di salahgunakan apabila tidak di imbangi dengan kemampuan literasi dan tanggung jawab dalam menulis.

BACA JUGA :  20 Warga Masih Belum Ditemukan, BPBD Jateng Intensifkan Pencarian Korban Longsor Cilacap

Ia mengatakan, pelatihan jurnalistik sejalan dengan upaya mencegah hoaks di tengah masyarakat. Di dalamnya, di ajarkan kode etik, serta aturan jurnalistik yang harus di taati. Sebagaimana membangun negara, di mulai dengan memberikan penjelasan yang baik dan tidak di bawa ke ranah yang tidak semestinya.

“Tantangan kita di era perkembangan media adalah meluruskan pemberitaan yang di situ ada pertanggungjawaban, kode etik dan lain sebagainya,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Gerakan Santri Menulis

Wagub menambahkan, Gerakan Santri Menulis (GSM) akan mendukung Program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, yaitu Pesantren Obah. Program ini membuka peluang santri untuk menempuh pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri melalui beasiswa.