ASN Jateng Diminta Jadi Pelopor Pengelolaan Sampah

SEMARANG, smpantura – Persoalan sampah membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen, termasuk Aparatur Sipil Negara di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah.

ASN Setda Provinsi Jawa Tengah bahkan di dorong berperan sebagai duta kepedulian dalam pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah, yakni pada 2029 seluruh sampah dapat tertangani secara optimal.

Hal tersebut di sampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat memimpin apel “Gerakan Resik-resik Kantor” di halaman Gedung Gubernuran, Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat (27/2/2026).

Kegiatan itu diikuti ASN di lingkungan Setda Provinsi Jawa Tengah dan diawali dengan apel bersama di halaman kantor Gubernur.

“Kami mohon bantuan panjenengan semua, bisa menjadi duta-duta, dan ujung tombak semua lini yang peduli mengelola sampah dengan baik,”pesanya.

BACA JUGA :  Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan, Gubernur Luthfi Tekankan Pentingnya Kekompakan Warga

Sebagai insan yang bertakwa dan beriman, lanjutnya, menjaga kebersihan sudah menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan. Sumarno mengutip hadits riwayat Ath Thabarani, tentang perintah membersihkan pekarangan.

“Pada bulan Ramadan ini, mari kita isi dengan kegiatan positif, termasuk menjaga kebersihan pekarangan,” ujarnya.

Sumarno juga mengingatkan dosa tentang membuang sampah sembarangan. Menurutnya, membuang sampah sembarangan akan mengganggu aktivitas orang lain. Misalnya, membuang botol mineral di selokan, yang berkumpul dengan sampah lain di gorong-gorong, sehingga mengakibatkan banjir.

“Dengan membuang sampah sembarangan, kita panen dosa karena membuat orang lain menderita tanpa kita sadari,” ujarnya.

Gerakan ‘Resik-resik Kantor’ ini sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah tanggal 19 Februari 2026 nomor: 600.4/0001544 tahun 2026 tentang Gerakan Jawa Tengah ASRI.