SEMARANG, smpantura – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kantor Wilayah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Jawa Tengah. Sinergi tersebut, menurutnya, harus terus diperkuat, khususnya dalam upaya melindungi lahan sawah dilindungi (LSD) agar Jawa Tengah tetap berperan sebagai lumbung pangan sekaligus penyangga ketahanan pangan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri acara pelepasan Kepala Kanwil ATR/BPN Jawa Tengah, Lampri, di Hotel Gumaya, Kota Semarang, pada Sabtu malam, 28 Februari 2026. Lampri selanjutnya mengemban tugas baru sebagai Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Tata Ruang Kementerian ATR/BPN. Adapun jabatan Kepala Kanwil ATR/BPN Jawa Tengah untuk sementara diisi oleh Kartono Agustiyanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
“Kolaborasi yang sudah lama terjalin ini harus ditetapkan dan ditingkatkan, terlepas ada atau tidaknya pergantian pimpinan BPN Jawa Tengah,” tegas Ahmad Luthfi.
Menurutnya, ATR/BPN memegang peran strategis dalam memastikan kepastian hukum hak atas tanah hingga tingkat desa. Kepastian tersebut krusial, bukan hanya untuk menyelesaikan konflik agraria, tetapi juga menjaga lahan pertanian produktif dari alih fungsi yang berpotensi menggerus ketahanan pangan.
Selama setahun kepemimpinan Lampri, sejumlah persoalan pertanahan di berbagai kabupaten/kota disebut berhasil dituntaskan. Salah satu fokusnya adalah penguatan perlindungan LSD sebagai bagian dari upaya memantapkan posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.


