Mudik Lebaran 2026, Jateng Petakan 69 Jalur Rawan Macet dan Bencana

SEMARANG, smpantura – Kemacetan serta potensi bencana diperkirakan akan mewarnai arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Tengah. Sebanyak 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana telah dipetakan di sepanjang jalur nasional. Pada periode mudik dan arus balik tahun ini, sekitar 17,7 juta orang diprediksi akan memasuki wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Informasi tersebut disampaikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta (BBPJN Jateng-DIY) menjelang puncak mobilitas kendaraan. Pemetaan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan volume lalu lintas sekaligus mengurangi risiko gangguan perjalanan akibat cuaca ekstrem yang dalam beberapa waktu terakhir kerap memicu banjir maupun tanah longsor.

Kepala BBPJN Jateng-DIY, Moch Iqbal Tamher, menjelaskan bahwa titik rawan kemacetan tersebar di jalur pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan. Mayoritas berada di area pasar, perlintasan kereta api sebidang, persimpangan dengan kepadatan tinggi, serta akses keluar dan masuk jalan tol.

BACA JUGA :  Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan Destinasi Penunjang untuk Majukan Wisata Dieng

“Seluruh titik sudah kami petakan. Personel dan peralatan kami siapkan agar potensi hambatan arus mudik bisa diminimalkan,” ujar Iqbal saat memberikan keterangan kesiapan jalur Lebaran 2026 di kantor BBPJN Jateng-DIY, Kabupaten Semarang, Jumat, 27 Februari 2026.

Menurutnya, jalur Pantura menjadi koridor paling krusial karena menampung kendaraan jarak jauh dari barat ke timur, termasuk angkutan logistik dan bus antarkota. Kepadatan diprediksi meningkat signifikan pada H-3 hingga H+3 Lebaran.

Selain kemacetan, BBPJN mengidentifikasi 23 titik rawan bencana yang terdiri atas 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor. Titik rawan banjir antara lain berada di Jalan Kaligawe Semarang, ruas Sayung perbatasan Semarang-Demak, Jalan Walisongo, serta sejumlah ruas di Kendal jalur Pantura.