SEMARANG, smpantura – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Ngabuburit Kebangsaan melalui agenda nonton bareng film dan talk show bertema “Memperkuat Nasionalisme, Memperkokoh Moderasi”. Kegiatan yang merupakan kolaborasi Badan Kesbangpol Jawa Tengah bersama FISIP Universitas Diponegoro itu berlangsung di Auditorium FISIP Undip, kemarin, dan diikuti sekitar 150 siswa beserta guru pendamping dari berbagai SMA di Jawa Tengah.
Program ini menjadi salah satu langkah pencegahan radikalisme di kalangan generasi muda. Berdasarkan data di Jawa Tengah, tercatat adanya peningkatan kasus anak di bawah umur yang terpapar paham radikal, dari 11 kasus pada akhir 2025 menjadi 22 kasus hingga Februari 2026.
Film dokumenter “Road to Resilience” yang diputar dalam kegiatan tersebut mengangkat kisah nyata Febri Ramdani, seorang pemuda yang pernah bergabung dengan ISIS di Suriah. Setelah kembali ke Indonesia, Febri kini aktif mengkampanyekan gerakan antiradikalisme kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Sekretaris Badan Kesbangpol Jawa Tengah, M Agung Hikmati, menjelaskan bahwa metode nonton bareng film dan talk show dipilih karena dinilai lebih dekat dengan dunia anak muda. Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi agar para siswa dapat memahami pesan yang disampaikan sekaligus mengambil pelajaran untuk lebih waspada terhadap gerakan yang mengarah pada radikalisme.
Talk show menghadirkan Febri Ramdani yang juga penulis buku *300 Hari di Bumi Syam*. Selain itu, hadir pula Lugito Gofar dari Densus 88 serta Dr. Muhammad Adnan sebagai akademisi sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Kebangsaan.


