Wagub Taj Yasin Dorong Wakaf Uang, Jateng Diproyeksikan Jadi Pelopor Zakat

SEMARANG, smpantura — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya memperkuat pengelolaan dana keumatan. Setelah dinilai menjadi pelopor dalam pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Pemprov Jateng kini mulai mengoptimalkan potensi wakaf, termasuk wakaf uang, guna mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri kegiatan Pembekalan dan Pentasharufan Bantuan bagi masjid, musala, pondok pesantren, madrasah, TPQ, serta lembaga asnaf sabilillah. Acara itu digelar di Gedung F Kantor Setda Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Selasa (10 Maret 2026).

Menurutnya, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Jawa Tengah telah berjalan baik selama lebih dari satu dekade bahkan menjadi rujukan bagi daerah lain. Kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional juga terus mengalami peningkatan.

BACA JUGA :  Besok Hari Terakhir SPMB Tahap II, Program Gubernur Ahmad Luthfi Sudah Serap 2.238 Siswa Miskin

“Alhamdulillah pengelolaan zakat di Jawa Tengah sudah berjalan baik dan menjadi pelopor. Kepercayaan masyarakat juga semakin besar untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas,” kata Gus Yasin.

Ia menilai, keberhasilan tersebut perlu dilanjutkan dengan penguatan pengelolaan wakaf, terutama wakaf uang. Skema ini diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan pengembangan lembaga keagamaan yang belum dapat dibiayai melalui anggaran pemerintah.

Menurutnya, banyak masjid, pondok pesantren, maupun lembaga pendidikan keagamaan yang membutuhkan pengembangan fasilitas, seperti penambahan lahan, area parkir, hingga penguatan kegiatan ekonomi di sekitar masjid.