BATANG, smpantura – Dunia pendidikan di Kabupaten Batang sedang mengalami masalah serius. Ini tidak lepas dari kekurangan guru dalam jumlah besar, mencapai sekitar seribu orang.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran besar, terutama bagi sekolah-sekolah di wilayah pelosok yang kian sulit mendapatkan pengajar di kelas. Terkait persoalan ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Benny Abidin, meminta pemerintah pusat melonggarkan aturan rekruitmen guru dan membuka kembali formasi CPNS khusus untuk sektor pendidikan. Rekruitmen CPNS guru sudah sangat mendesak dilakukan untuk Kabupaten Batang
”Kami berharap, pemerintah pusat bisa mulai membuka moratorium PNS baru, khususnya untuk guru. Ini karena kebutuhan akan guru di Batang sudah sangat mendesak. Apalagi kekurangan guru di Batang sudah mencapai seribu orang saat ini,” ujarnya, baru-baru ini.
Benny menyampaikan, kekurangan guru dalam jumlah besar di Kabupaten Batang salah satunya disebabkan oleh gelombang pensiun guru yang tidak bisa dihindari. Krisis terjadi karena jumlah guru yang purna tugas tidak sebanding dengan rekrutmen tenaga baru.
”Salah satu penyebabnya adalah banyaknya guru yang pensiun. Kalau banyak guru yang pensiun tetapi tidak ada rekruitmen baru, lama-lama akan terjadi krisis,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra ini menilai kebijakan moratorium pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) beberapa waktu lalu menjadi persoalan besar. Meski pemerintah telah menggulirkan program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hal itu dianggap belum mampu menambah jumlah guru di lapangan.
”Rekruitmen PPPK selama ini hanya menyasar guru-guru yang sudah lama mengabdi, sehingga jumlah fisik pengajar di sekolah tidak bertambah. Ibaratnya hanya mengganti status para guru yang sudah ada, bukan menambah tenaga pengajar,” tegasnya.


