Brebes  

Begini Sejarah Stasiun Bumiayu, Dibangun Tahun 1917 Berada di Ketinggian +236,45 M

BREBES, smpantura – Letak Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes ini memang terbilang unik, karena berada di ketinggian +236,45 M. Beberapa hari ini, Stasiun Bumiayu menjadi sorotan menyusul anjloknya Kereta Api (KA) Bangunkarta relasi Jombang – Pasarsenen, Senin siang (6/4/2025).

Lalu bagaimana sejarah dan perkembangan stasiun ini, sebelum menjadi titik penting?. Stasiun Bumiayu dengan kode BMA ini, berada di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Letaknya sangat strategis karena dekat dengan jalur nasional Tegal-Purwokerto.

Didekat stasiun ini, juga terdapat jembatan KA yang sangat dikenal, peninggalan era kolonial Belanda. Namanya, Jembatan Sakalinel atau Jembatan Saka Limabelas. Stasiun Bumiayu saat ini berstatus stasiun kelas II.

Dari berbagai sumber yang digali smpantura.news stasiun ini resmi dibuka pada 1 Januari 1917 oleh perusahaan kereta api negara kolonial Belanda, Staatsspoorwegen (SS). Staisun Bumiayu, awalnya merupakan halte sederhana dalam proyek memperpendek jalur Cirebon-Purwokerto-Kroya. Pembangunan stasiun itu juga bagian dari peresmian jalur kereta api lintas Patuguran–Margasari di tahun 1917.

BACA JUGA :  DPRD Rapat Paripurna Pengumuman Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Brebes Terpilih

Dalam perkembangannya, dari fungsi awal sebagai halte, stasiun ini berkembang menjadi stasiun penting untuk pengiriman hasil bumi dan transportasi penumpang. Stasiun Bumiayu kini di bawah naungan PT KAI Daop 5 Purwokerto, dan sejauh ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Termasuk penambahan kanopi yang luas dan perpanjangan peron untuk meningkatkan pelayanan.

Stasiun Bumiayu saat ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus untuk melayani berbagai kereta api antarkota. (**)