SLAWI, smpantura – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan keagamaan melalui peningkatan kesejahteraan pengajar. Pada tahun 2026, insentif bagi guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) resmi dinaikkan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Penyaluran Hibah Insentif Pengajar Keagamaan Islam di Hotel Grand Dian, Slawi, Rabu (8/4/2026). Acara ini juga dirangkai dengan peluncuran wakaf uang ASN serta penguatan kinerja pelayanan publik.
Bupati Ischak merinci bahwa insentif guru keagamaan tahun 2026 naik dari Rp1,7 juta menjadi Rp2 juta per tahun. Meski tengah menghadapi penyesuaian fiskal, ia memastikan perhatian terhadap guru ngaji tetap menjadi prioritas.
“Perhatian kepada guru ngaji, Madin, dan LPQ tidak boleh berkurang. Justru tahun ini kita tingkatkan sebagai penghargaan atas peran besar mereka membangun karakter generasi muda,” tegas Ischak.
Selain soal kesejahteraan, Bupati juga mengajak para pendidik bersinergi membentengi remaja dari pengaruh negatif, khususnya penyalahgunaan obat-obatan.
Kepala Kantor Kemenyerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal, Ahmad Muhdzir, menambahkan bahwa total dana hibah tahun 2026 mencapai Rp18,786 miliar. Dana ini dialokasikan untuk 9.368 guru LPQ dan Madin. Meski begitu, ia mencatat masih ada sekitar 1.300 guru yang belum terakomodasi dan berharap bisa segera tercover di masa mendatang.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tegal dalam peningkatan kesejahteraan guru keagamaan. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam memperkuat layanan pendidikan keagamaan di masyarakat. (**)


