Klapa Ijo dan Layangan untuk Calon Jemaah Haji

Oleh: Atmo Tan Sidik (Tokoh Pamomong Jawa Tengah 25 Juli 2025 versi Suara Merdeka)

smpantura – Suasana penuh keramahan menyertai gelaran acara walimatus safar untuk calon haji Imam Chumedi Suhemin dan Widyowati Abu Khaer di kediaman yang beralamat di Gang Srikandi RT 01 RW 02 nomor 43 Desa Wangandalem, Kabupaten Brebes. Dr. H. Maufur Marghub Abdul Aziz, M.Pd., Wakil Walikota Pertama Kota Tegal, yang kini menjabat Rektor Universitas Bhamada ketika didaulat untuk mewakili sohibul bait, ingin menyampaikan pesan yang tidak terlalu menggurui.

Setelah menyampaikan beberapa pesan, di hadapan anggota DPR RI, Dr. H. Agung Widyantoro, S.H., M.Si., yang juga Bupati Brebes 2012-2014, segera menyerahkan klapa ijo kepada Imam Chumedi dan memberikan layanan kepada Widyowati Abu Khaer, Maufur malah bertingkah, “Saya kira apa maknanya, sudah paham semua. Apa itu kelapa, bagi yang ikut pramuka, telah memahaminya, demikian pula layangan yang terbang bisa ke atas setelah ada angin dan ada rekan yang membantu sebelum mengorbit.”

BACA JUGA :  Menumbuhkan Empati di Dunia Pendidikan: Dari Kecerdasan Emosional ke Etika Berbahasa

Walimatus safar Ahad Wage, 12 April 2026 itu memang unik. Sebelum diisi mauidhoh hasanah oleh K.H. Djaruki Al-Hafidz dan doa oleh K.H. Abdurrouf Mustofa, lebih dahulu dibacakan puisi bahasa Brebesan oleh Lebe Penyair Agus Tarjono, S.H., yang juga alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri tahun 1998. Puisinya berjudul “Aku Ora Bisa Papat” dan satu puisi bahasa Indonesia yang dipersembahkan khusus untuk kedua calon haji berjudul “Habibi Ya Akhi Menyempurnakan Kemuslimannya”.

Pembacaan Al-Qur’an dengan mengambil Surat Ibrahim ayat 7 dan Surat Ali Imron ayat 95-98 dibacakan oleh Al-Ustadz Fathul Mukmin, sedang sari tilawahnya dengan bahasa daerah oleh Zara Zetira BY, S.Pd., guru bahasa Indonesia SMP Negeri 5 Brebes.