Kemenko Pangan Pilih Jateng Sebagai “Pilot Project” Penguatan Kemitraan MBG

SEMARANG, smpantura — Keberhasilan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah, mendorong Kementerian Koordinator Bidang Pangan menjadikan provinsi yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), tersebut sebagai “pilot project” penguatan kemitraan, antara sektor perikanan, UMKM, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program itu diharapkan mampu meningkatkan konsumsi ikan, sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dandy Satria Iswara mengatakan, dukungan Jawa Tengah terhadap program MBG dinilai sangat kuat, baik dari sisi jumlah SPPG, maupun kepatuhan terhadap standar keamanan pangan. Dia menyebut, banyak dapur SPPG di Jawa Tengah telah memperoleh sertifikasi, dan secara aktif menggandeng UMKM lokal untuk penyediaan bahan baku.

Hingga saat ini, potensi penerima manfaat MBG di Jawa Tengah mencapai 9,63 juta orang, dari target nasional 82,9 juta penerima manfaat. Artinya, Jawa Tengah memegang hampir 11 persen dari total penerima manfaat secara nasional.

BACA JUGA :  SAGA Brebes Sambut Kehadiran Ganjar di Pesta Rakyat HUT Jateng

“Selain itu, sekitar 3.800 SPPG telah operasional, dengan tingkat pencapaian pembangunan mencapai sekitar 97 persen dari target yang ditetapkan,” ujarnya, saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kemitraan MBG, di Ghradhika Bhakti Praja, Senin (13/4/2026).

Menurut Dandy, pencapaian tersebut tidak hanya dari sisi kuantitas tetapi juga kualitas. Hampir 2.000 SPPG telah memiliki sertifikasi Sanitasi Laik Higiene (SLHS), ratusan lainnya bersertifikat halal, serta lebih dari 1.300 tenaga chef telah tersertifikasi. Standar keamanan pangan berbasis HACCP juga mulai diterapkan di sejumlah SPPG sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan.