Batang  

Perkuat Kapasitas Kepemimpinan dan Geopolitik, Suudi Ikuti Retreat Nasional Ketua DPRD 

RETREAT NASIONAL: Ketua DPRD Batang Suudi (paling kanan) mengikuti kegiatan Retreat Nasional Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang, 15-19 April 2026.

BATANG, smpantura – Ketua DPRD Batang, Suudi, mengikuti kegiatan Retreat Nasional Ketua DPRD se-Indonesia di Akademi Militer (Akmil), Magelang, 15-19 Apri 2026. Di moment ini, Suudi bersama Ketua DPRD daerah lainnya ditempa secara langsung untuk menjadi pemimpin yang siap menghadapi persoalan di masyarakat, mempunyai wawasan kebangsaan dan geopolitik terbaru, serta memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik.

Suudi menyampaikan, melalui kegiatan ini memberikan perspektif baru dalam memahami kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam.

”Melalui retreat ini, kami diajak untuk kembali mengingat esensi pengabdian sebagai wakil rakyat, yaitu bekerja dengan hati nurani, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan mengambil kebijakan yang responsif pada kepentingan publik,” ujarnya, Jum’at (17/4).

Tidak hanya itu, lanjut Suudi, melalui retreat, para ketua DPRD juga diberikan materi-materi untuk peningkatan kapasitas kepemimpinan mulai wawasan kebangsaan, strategi kehidupan berbangsa hingga kondisi geopolitik terbaru. Retreat juga dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.

BACA JUGA :  Satreskrim Polres Tangkap Jaringan Curanmor

”Di tengah pengaruh geopolitik saat ini, DPRD diharapkan harus mampu merumuskan dan mendukung desain besar pembangunan nasional. Setiap keputusan anggaran, regulasi, dan pengawasan harus diarahkan dan mampu berkontribusi nyata bagi masa depan bangsa dan masyarakat di daerah,” ucap Suudi.

Retreat sendiri diikuti 557 ketua DPRD se-Indonesia selama lima hari, 15-19 April 2026. Retret atau pembekalan nasional secara terlokalisasi di lingkungan militer ini diadakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas). Suudi menambahkan, dalam suasana yang lebih tenang dan jauh dari rutinitas kerja sehari-hari, para peserta diajak untuk mengevaluasi peran mereka dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Termasuk bagaimana mewujudkan program Asta Cita di tingkat daerah. Bagi dia, DPRD bukan sekadar pengemban fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Tetapi juga penjaga harmoni antara kepentingan nasional dan aspirasi lokal.