BATANG, smpantura – Sebanyak 193 santri Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PK PPS) tingkat Wustho di Kabupaten Batang mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) selama enam hari, mulai 20 hingga 25 April 2026. Kegiatan ini di laksanakan di tujuh pondok pesantren yang tersebar di wilayah Kabupaten Batang.
Pelaksanaan ujian menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang di gelar di ruang-ruang pembelajaran. Menariknya, para peserta memanfaatkan telepon genggam (HP) yang telah di setting khusus sebagai perangkat ujian. Proses ujian juga melibatkan pengawas dari guru pendidikan formal tingkat SMP guna memastikan objektivitas dan kelancaran pelaksanaan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, Mahrus, didampingi Pelaksana Harian (Plh) Kasie Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Siswoyo, melakukan monitoring secara langsung di sejumlah PPS penyelenggara ujian, Jumat (24/4). Dalam kesempatan tersebut, Mahrus mengapresiasi keseriusan para santri dalam mengikuti ujian.
”Pelaksanaan UAN PK PPS ini menjadi bagian penting dalam menjamin mutu pendidikan kesetaraan di pesantren. Kami melihat para santri sangat antusias dan sungguh-sungguh dalam mengikuti ujian,” ujarnya.
Plh Kasie PD Pontren Siswoyo mengatakan, hasil ujian ini akan menjadi dasar pemetaan dan penilaian bagi santri untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Baik itu ke sekolah formal seperti SMA, SMK, MA maupun melanjutkan ke program PK PPS tingkat Ulya.
”Dengan terselenggaranya UAN PK PPS ini, di harapkan para santri memiliki kompetensi yang seimbang antara ilmu keagamaan dan pengetahuan umum. Serta mampu bersaing di jenjang pendidikan berikutnya maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.


