Ahmad Luthfi dan Gus Yusuf Bahas Pengentasan Kemiskinan Terpadu Hingga Stok BBM di Daerah

Gus Yusuf menyatakan sependapat dengan pandangan tersebut. Ia menilai, pendekatan komprehensif menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan yang kompleks.

“Iya, harus komprehensif. Tidak bisa parsial,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Selain isu kemiskinan, diskusi juga mengarah pada dinamika global, khususnya gejolak di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi ketersediaan dan harga minyak. Gus Yusuf menyoroti pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah daerah.

Ia juga mengingatkan agar program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga disertai sosialisasi dan pengawasan yang kuat.

“Program sebagus apa pun kalau sosialisasi tidak berjalan, masyarakat tidak akan memahami manfaatnya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Trek Internasional Akan Dibangun di Batang, Jawa Tengah Didorong Jadi Sentra Pacuan Kuda dan Equestrian Nasional

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Luthfi memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Tengah dalam kondisi aman. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan terkait harga tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Cadangan BBM di Jawa Tengah cukup. Untuk harga, itu kewenangan pusat, tetapi kami tetap melakukan langkah antisipasi,” katanya.

Pertemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan tokoh masyarakat dalam merespons tantangan lokal maupun global, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga menjaga stabilitas ekonomi daerah. (*)