“Kita tidak boleh mengandalkan diri sendiri, tapi harus menciptakan kreativitas investasi ekonomi dengan membuka lapangan pekerjaan baru yang terus berkembang dan berkelanjutan,” katanya.
Luthfi juga menyinggung ketahanan sektor ekonomi mikro saat pandemi Covid-19. Ketika banyak sektor usaha besar mengalami perlambatan, usaha kecil dan ekonomi berbasis masyarakat justru mampu bertahan dan menjadi penopang kehidupan warga.
Menurutnya, pelaku UMKM seperti pedagang kaki lima hingga usaha kuliner rumahan membuktikan bahwa ekonomi rakyat memiliki daya tahan kuat menghadapi krisis.
Dinamika Global
Selain itu, ia menilai dinamika global seperti perang Rusia-Ukraina, ketegangan Amerika Serikat dan China, hingga konflik Timur Tengah turut memengaruhi perekonomian nasional dan daerah. Karena itu, pelaku ekonomi kreatif di tuntut terus mencari terobosan baru agar tetap bertahan dan berkembang.
“Para wirausaha dan pelaku ekonomi kreatif di tempat kita harus mampu mencari terobosan baru. Kreativitas anak muda harus kita tonjolkan agar bisa tetap eksis,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengapresiasi langkah Gekrafs Jawa Tengah yang menghadirkan program berbasis kepedulian sosial.
“Atas nama Gubernur, saya mengapresiasi setinggi-tingginya inisiatif Gekrafs Jawa Tengah melalui Gekrafs Peduli,” katanya.
Sementara itu, Ketua Gekrafs Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana, mengatakan, Gekrafs Peduli lahir dari kesadaran bahwa ekonomi kreatif tidak hanya bicara soal kreativitas dan keuntungan ekonomi. tetapi bicara juga tentang kepedulian terhadap sesama.
“Gekrafs itu bukan hanya kreativitas, tidak hanya untuk mencari keuntungan atau segi ekonomi saja, tapi kita juga bisa menumbuhkan jiwa-jiwa sosial yang ada di diri kita,” ujar Berty.


