Para penumpangnya berasal dari berbagai latar belakang profesi. Ada pedagang kaki lima, buruh, mahasiswa, hingga pekerja sektor informal lainnya. Sebagian dari mereka mengaku sudah beberapa kali mengikuti program mudik gratis, sementara sebagian lainnya baru pertama kali merasakan fasilitas tersebut.
Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberangkatkan 325 bus dari TMII yang mengangkut 16.186 pemudik menuju 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Program ini mengusung tagline “Mudik Gampang, Balik Tenang”, sebagai upaya pemerintah daerah membantu masyarakat perantauan pulang ke kampung halaman dengan lebih aman dan terjangkau. Jumlah peserta mudik gratis yang diberangkatkan dari Jakarta tahun ini juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain dari TMII, Pemprov Jateng juga memfasilitasi keberangkatan mudik gratis dari Bandung menuju sejumlah daerah di Jawa Tengah. Sebanyak 23 bus disiapkan untuk mengangkut pemudik dari Kota Kembang pada hari yang sama, dengan pelepasan yang dijadwalkan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
Bagi Ahmad Luthfi, program mudik gratis bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat perantauan yang ingin pulang kampung saat Lebaran.
“Semua tumplek blek, kita openi untuk meringankan beban masyarakat kita di perantauan sebagai bentuk negara hadir di tengah-tengah masyarakat,” kata Luthfi. (**)


