“Dengan adanya mudik bersama yang terkoordinasi dari sisi lalu lintas, maka pergerakan pemudik menjadi lebih terkonsentrasi dan terawasi. Hal ini bisa meminimalkan adanya black spot maupun titik rawan terkait lalu lintas,” katanya.
Ia juga berpesan kepada warga Jawa Tengah yang kembali ke perantauan agar tetap menjaga semangat bekerja dan membawa nama baik daerah asal.
“Jawa Tengah itu pekerja keras, sopan, dan toleran,” ujar Luthfi.
Moda kereta api dalam program ini telah lebih dulu di berangkatkan pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang Semarang menuju Stasiun Pasar Senen Jakarta menggunakan KA Tawang Jaya Premium.
Adapun tujuan pemberangkatan bus di dominasi ke wilayah Jabodetabek, yakni sebanyak 76 bus menuju Terminal Terpadu Pulo Gebang, serta 8 bus menuju Bandung.
Pendaftaran
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arif Djatmiko, menyebut, tingginya minat masyarakat terlihat dari proses pendaftaran yang langsung penuh dalam waktu singkat.
“Pendaftaran hanya di buka dua hari, dan dalam 10 menit langsung penuh,” ujarnya.
Secara keseluruhan, rangkaian program mudik dan balik gratis Pemprov Jateng tahun ini menjangkau 21.975 orang, terdiri dari 1.288 penumpang kereta api mudik, 16.186 penumpang bus mudik, 320 penumpang kereta api balik, dan 4.181 penumpang bus balik.
Untuk menjamin keselamatan, seluruh armada dan kru telah melalui uji kelaikan atau ramp check sesuai standar teknis dan kesehatan. Selain itu, program ini juga di rancang inklusif bagi kelompok rentan. Tercatat puluhan lansia, difabel, hingga pendamping turut difasilitasi di berbagai titik keberangkatan.
Salah satu penerima manfaat, Sudiman, mengaku sangat terbantu dengan program ini, terutama karena anaknya yang berkebutuhan khusus dapat difasilitasi dengan baik.


