Ahmad Luthfi Ngopi Bareng Petani, Kulakan Masalah dan Aspirasi

Bantuan tersebut mencakup perbaikan jaringan irigasi tersier, pengadaan traktor, mesin pengering padi, benih jagung dan tebu, serta dukungan untuk komoditas tembakau dan cengkeh.

“Sudah di anggarkan, nanti bulan Juni di berikan bantuan sekitar Rp 4,1 miliar. Distribusinya melalui bupati,” tegasnya.

Ketersediaan Pupuk

Selain itu, Ahmad Luthfi juga memastikan ketersediaan pupuk dalam kondisi aman. Ia mendorong petani untuk memanfaatkan program bantuan pompa air dengan pendataan melalui pemerintah desa dan kabupaten.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, Pemprov Jateng juga menyiapkan skema perlindungan bagi petani melalui asuransi pertanian. Petani yang mengalami gagal panen di minta segera mengajukan klaim agar dapat di tindaklanjuti bersama pihak Jasindo.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi Dorong Organisasi Tani Fokus pada Solusi, Bukan Sekadar Struktur

“Kalau ada puso atau gagal panen, ajukan asuransi. Nanti kami bantu teruskan,” ujarnya.

Menurut Gubernur, pada 2026 pemerintah provinsi memang memprioritaskan swasembada pangan. Karena itu, seluruh aspek penunjang, mulai dari infrastruktur hingga perlindungan petani, diperkuat secara simultan.

Perwakilan petani dari Gapoktan Sumber Rejeki, Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, mengapresiasi pendekatan yang dilakukan gubernur. Menurutnya, komunikasi langsung dan santai seperti ini membuat petani merasa didengar.

“Bagus, memperhatikan masyarakat kecil, terutama petani. Kalau petani diperhatikan, hasilnya optimal,” ujarnya.

Pendekatan “ngopi sambil menyerap aspirasi” ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang sederhana justru mampu menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran. (**)