SEMARANG, smpantura – Di tengah tradisi Lebaran yang identik dengan open house, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memilih berbeda. Pada Idulfitri 1447 H/2026, ia merayakan hari kemenangan dengan sederhana. Ahmad Luthfi berbagi kebahagiaan bersama anak panti asuhan dan komunitas disabilitas di Wisma Perdamaian, Sabtu (21/3/2026).
Pesan kesahajaan itu tercermin dalam kegiatan silaturahmi yang dihadiri anak-anak panti asuhan dan komunitas difabel. Tanpa seremoni berlebihan, acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Ahmad Luthfi menegaskan, esensi Idulfitri bukan pada kemewahan perayaan, melainkan pada silaturahmi, saling memaafkan, dan berbagi kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan.
“Tidak ada open house. Kita isi dengan penyantunan bersama OPD agar semua merasakan kebahagiaan yang sama. Santunan ini untuk difabel, dhuafa, dan anak yatim,” ujar Ahmad Luthfi di sela kegiatan.
Dalam suasana penuh keakraban, Ahmad Luthfi tampak berinteraksi langsung dengan para tamu undangan. Ia bahkan terlihat menggendong anak-anak panti, menciptakan momen hangat yang mencerminkan kedekatan emosional dengan masyarakat kecil.
Didampingi Sekda Jateng Sumarno dan jajaran kepala OPD, Ahmad Luthfi juga menegaskan komitmennya terhadap inklusivitas. Ia menyebut semua manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan.
“Anak-anak panti dan komunitas disabilitas kita undang karena semua manusia dilahirkan sama di hadapan Allah SWT,” katanya.
Kepala Panti Pelayanan Sosial Anak Woro Wiloso Salatiga, Heksasari Ratna Dewi, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menyebut kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak panti yang jarang mendapat kesempatan outing.


