“Anak-anak sangat senang. Ini momen yang ditunggu karena jarang sekali mereka bisa keluar bersama. Tadi dijemput bus sejak pagi setelah salat Id. Mereka sangat antusias,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Difabel, Hidayah. Ia mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah provinsi kepada komunitas difabel.
“Ini pertama kalinya kami diundang merayakan Lebaran bersama Gubernur di Wisma Perdamaian. Kami merasa sangat dihargai dan dekat dengan Pak Gubernur,” katanya.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Ketua Baznas dan MUI Jateng, Ahmad Darodji, jajaran direksi Bank Jateng, serta Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Izwar Aminuddin.
Melalui perayaan sederhana ini, Ahmad Luthfi ingin menegaskan bahwa makna Lebaran sejatinya terletak pada kepedulian sosial dan kebersamaan, bukan pada kemewahan seremoni. (**)


