Di ujung tulisan ini, ada pertanyaan reflektif yang patut diajukan: jika Muzani bisa menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, mengapa pendidikan madrasah masih sering dipandang sebelah mata? Padahal, di tangan pemimpin yang tepat, nilai-nilai moderasi yang ditanamkan sejak dini justru bisa menjadi obat bagi kegaduhan politik. Mungkin inilah saatnya kita tak lagi mempersoalkan “sekolah mana” yang melahirkan pemimpin, melainkan “nilai apa” yang mereka bawa untuk Indonesia yang lebih adil dan bersatu. **
Ahmad Muzani dan Pelajaran dari Bangku Madrasah Ibtidaiyah
Rekomendasi untuk kamu

Data nasional menunjukkan bahwa sebagian besar anak Indonesia telah terpapar gawai dan internet sejak usia sangat dini, bahkan sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Fenomena ini sering kali di sambut dengan rasa bangga. Kita menyebut anak-anak itu “pintar”, “cepat belajar”, atau “melek teknologi”.

