Tegal  

Ahmad Tohari Ajak Teladani Cinta Nabi dalam Kepemimpinan di Majelis Reboan UHN Tegal

TEGAL, smpantura – Universitas Harkat Negeri Tegal, menggelar Majelis Reboan bertajuk Menguatkan Kembali Ruh Kepemimpinan Publik, Belajar dari Para Nabi di Aula Kampus Mataram, Rabu 25 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Ramadan on Campus dan akan berlangsung tiga kali selama bulan Ramadan, masing-masing satu kali setiap pekan.

Forum tersebut menghadirkan Rektor Universitas Harkat Negeri atau UHN Tegal, Sudirman Said serta budayawan Ahmad Tohari.

Diskusi menjadi ruang refleksi atas krisis kepemimpinan publik dengan menyoroti nilai-nilai kenabian sebagai fondasi moral dan spiritual.

Ketua Forum Mahasiswa Islam atau Formasi, Alif Avicena, dalam sambutannya berharap Majelis Reboan tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang pembentukan karakter kepemimpinan yang utuh.

“Kami berharap forum ini menyadarkan dan menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin yang tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga bertanggung jawab secara moral, sosial dan spiritual,” ujar Alif.

BACA JUGA :  Lurah Tegalsari Intensifkan Program Sego Seceting untuk Menurunkan Angka Stunting

Diskusi dimoderatori Direktur Administrasi dan Pengembangan Akademik UHN Tegal, M. Fikri Hidayatullah.

Fikri membuka ruang dialog agar peserta dapat menggali gagasan narasumber secara kontekstual dan reflektif.

Dalam pemaparannya, Sudirman Said menekankan pentingnya memahami kepemimpinan secara realistis, sebagaimana pandangan pemikir politik klasik, Niccolò Machiavelli.

Menurut Sudirman, memilih dan membentuk pemimpin harus dilandasi kesadaran bahwa manusia bukanlah malaikat.

“Warga negara tidak boleh berjarak dari urusan publik. Kita harus terlibat dalam pengurusan negara dan memilih pemimpin secara rasional, melihat karya dan perilakunya, bukan sekadar citra. Manusia bukan malaikat, maka pilihlah yang paling kecil mudaratnya dan paling kuat nilai kepemimpinannya,” tegas Sudirman.