Tegal  

Ahmad Tohari Ajak Teladani Cinta Nabi dalam Kepemimpinan di Majelis Reboan UHN Tegal

Sudirman juga menyinggung krisis kepemimpinan yang ditandai penurunan kualitas dari masa ke masa.

Meski demikian, Sudirman tetap optimistis terhadap masa depan bangsa.

“Saya optimis keadaan akan berubah. Hidup itu siklus. Masa nyaman sering melahirkan generasi yang tidak teruji, tetapi masa sulit justru melahirkan calon pemimpin tangguh karena dipaksa mencari solusi. Saya percaya bangsa ini akan menemukan momentum kebangkitannya,” ujar Sudirman.

Sementara itu, Ahmad Tohari mengajak peserta meneladani kecintaan Nabi Muhammad SAW terhadap umat sebagai fondasi kepemimpinan sejati.

“Kanjeng Nabi selalu menyebut ‘ummati, ummati’ atau umatku, umatku. Pertanyaannya, apakah hari ini masih ada pemimpin yang benar-benar mencintai rakyatnya? Seorang pemimpin harus menjadi teladan. Cintailah saudaramu lebih dari mencintai dirimu sendiri,” tutur Ahmad Tohari.

BACA JUGA :  Antisipasi Genangan, Saluran Air Perkotaan Dibersihkan

Ahmad Tohari juga menyoroti fenomena feodalisme dan praktik politik uang yang dinilainya menjadi tantangan dalam membangun demokrasi sehat.

“Demokrasi yang sehat tumbuh dari rakyat di bawah dan naik ke atas. Kita harus membebaskan diri dari feodalisme. Saya berharap generasi muda masuk ke ruang-ruang politik dan membawa udara baru, menghadirkan demokrasi yang hidup, bukan rasa kerajaan,” pungkas Ahmad Tohari. (**)