Aksi Mahasiswa UNS Hadang Wagub Jateng Berakhir Damai di Meja Diskusi

SURAKARTA, smpantura – Usai mengisi agenda Kuliah Ramadan di Masjid Nurul Huda UNS, Selasa (10/3), Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, disambut aksi cegat oleh belasan mahasiswa. Membentangkan spanduk bertajuk “Jateng Darurat Integritas”, massa menuntut jawaban atas isu kemiskinan dan komitmen tata kelola pemerintahan.

Bukannya menghindar, pria yang akrab disapa Gus Yasin ini justru memilih berhenti dan meladeni diskusi secara langsung. Ia memaparkan langkah nyata Pemprov Jateng, termasuk solusi konkret bagi siswa sekolah swasta yang ijazahnya masih tertahan akibat kendala biaya.

“Kami memberikan program untuk masyarakat yang tidak mampu, yang saat ini masih ada kendala ijazahnya ditahan di sekolah-sekolah swasta karena belum bisa membayar. Ini akan kami selesaikan,” ujar Taj Yasin di depan mahasiswa.

Selain itu, Pemprov Jateng juga terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu agar tetap dapat memperoleh pelayanan medis.

BACA JUGA :  Investasi Jateng 2025 Melebihi Target, Dominasi Industri Alas Kaki

Dalam dialog tersebut, mahasiswa juga menanyakan perkembangan program satu rumah untuk satu kepala keluarga (KK), yang menjadi salah satu program pemerintah daerah.

Menanggapi hal itu, Taj Yasin menjelaskan bahwa program tersebut masih berjalan secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi ketersediaan lahan.

Menurutnya, pemerintah memiliki beberapa skema untuk merealisasikan program tersebut. Termasuk membantu pembangunan rumah bagi warga yang sudah memiliki lahan tetapi belum mampu membangun rumah.

“Kalau masyarakat sudah punya lahan tetapi belum bisa membangun rumah, itu kita bangunkan. Sementara bagi yang belum punya lahan, kita dorong melalui berbagai program penanganan backlog perumahan,” jelasnya.