“Informasi mengenai stok serta potensi perubahan kondisi iklim perlu disampaikan secara terbuka. Jika masyarakat tahu pasokan aman, mereka akan tetap tenang dan tidak khawatir,” jelas Bimala.
Meskipun terdapat risiko inflasi dari komoditas seperti cabai, bawang merah, dan daging ayam ras, TPID Kabupaten Tegal telah melakukan langkah mitigasi sejak dini.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Tegal Wenda Akhmadi menuturkan, selama Februari hingga awal Maret 2026, tercatat sudah dilakukan tiga kali Gerakan Pangan Murah dan dua kali inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar utama.
Melalui koordinasi yang kuat ini, Pemkab Tegal optimis masyarakat dapat menyambut Idulfitri dengan rasa aman, nyaman, dan tenang tanpa perlu terjebak dalam fenomena panic buying. (**)


