“Tidak hanya di lestarikan sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga bisa di kembangkan sebagai destinasi wisata edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Slamet Gelang.
Keberadaan Candi Gong
Kepala Desa Sidamulya, Muhamad Kodri, mengatakan bahwa keberadaan Candi Gong merupakan warisan budaya yang perlu di jaga bersama. Menurutnya, situs ini juga penting sebagai sarana mengenalkan sejarah lokal kepada masyarakat, terlebih bagi warga yang sebagian besar merupakan pendatang.
Upaya restorasi sendiri tidak bisa di lakukan sembarangan. Slamet Gelang menjelaskan bahwa proses tersebut harus mendapatkan rekomendasi dari Balai Cagar Budaya serta Pusat Penelitian Arkeologi Nasional agar penanganannya sesuai dengan standar arkeologi.
Selain nilai sejarahnya, Candi Gong juga menyimpan dimensi budaya yang menarik. Legenda tentang suara gong emas yang konon kerap terdengar di sekitar situs menjadi bagian dari cerita rakyat yang terus hidup di tengah masyarakat.
Kisah itu membuat Candi Gong tidak hanya di pandang sebagai situs arkeologi semata, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya warga Desa Sidamulya.
Dengan adanya perhatian dari para peneliti, aktivis sejarah, serta dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, situs Candi Gong di harapkan dapat terus terjaga. Tidak hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai ruang belajar sejarah bagi generasi yang akan datang. (**)


