Setelah Nyai Widuri meminum mata air tersebut, ternyata airnya tawar. Akhirnya, Kakek Tanjang juga ikut minum air tersebut. Saat mengetahui airnya tawar, Kakek Tanjang meminta maaf. Hingga kini, mata air yang berada di Desa Widuri masih di manfaatkan masyarakat sekitar.
Kakek Tanjang menyusul Pangeran Purbaya untuk meminta maaf karena sudah menuduh selingkuh dengan istrinya. Namun demikian, hingga kini Kakek Tanjang tidak pernah kembali ke Nyai Widuri.
Demikianlah, legenda Kelurahan Widuri, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang yang berkaitan erat dengan kisah Nyai Widuri yang mendapatkan Keris Simongklang dari Pangeran Purbaya. (**)


