“Pendaftaran 1 keluarga maksimal 4 orang. Dan tentu saja karena ini kan kita berbicara terkait dengan program-program Jateng harus punya rekening Bank Jateng,” jelasnya.
Untuk armada bus berjumlah 68 unit, tersedia 3.400 seat atau tempat duduk untuk 3.400 warga. Sedangkan untk armada KA berkapasitas 320 seat berupa KA Tawang Jaya Premium.
Dengan titik pemberangkatan utama armada bus melalui Asrama Haji Donohudan Boyolali dengan satelit atau titik pemberangkatan terdekat dari Terminal Tipe B Pilangsari Sragen, Terminal Tipe B Tegalgede Kabupaten Karanganyar, Terminal Tipe A Giriadipura Klaten, dan Terminal Tipe A Ir Soekarno Klaten.
Titik pemberangkatan bus selanjutnya di Terminal Tipe A Mangkang Kota Semarang dengan satelit dari Terminal Tipe A Kabupaten Demak. Kemudian Terminal Tipe A Bulupitu Kabupaten Banyumas dengan satelit dari Kantor Dishub Kabupaten Cilacap; Terminal Kebumen; Terminal Banjarnegara; Terminal Purbalingga.
Selanjutnya juga dilakukan pemberangkatan mandiri melali Pendapa Kabupaten Blora, Kantor Dishub Kabupaten Magelang, dan Pendapa Kabupaten Kendal. Oleh karena itu, 3.400 seat, menurut Miko, hendaknya dimanfaatkan warga.
“Pemerintah Jawa Tengah komitmenlah ya bagaimana membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk meringankan beban mereka. Mudik itu kan perlu biaya cukup tinggi ya sehingga pemerintah memang menyediakan itu untuk masyarakat pekerja informal seperti pedagang-pedagang kecil, pedagang-pedagang UMKM yang ada di Jakarta,” ujarnya.
Miko memastikan bahwa armada bus yang dipakai pada program Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, itu telah dilakukan pengecekan atau rampcheck terlebih dahulu. “Rampcheck dilakukan H-1 sebelum pemberangkatan di terminal yang telah ditentukan,” ungkapnya. (**)


