Batang  

Bambang Sasongko Mundur, Eko Santoso Isi Kursi Anggota DPRD Batang Lewat PAW Golkar

”Pertama kita beradaptasi dulu, karena kita kan masih baru. Belum terlalu memahami semua proses yang ada,” tuturnya.

Ia menambahkan, dirinya akan belajar dari anggota DPRD yang lebih senior, terutama dari rekan-rekan di Fraksi Partai Golkar. Menurutnya, pengalaman para anggota dewan yang lebih senior sangat penting sebagai bekal dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

”Kita tetap beradaptasi secepatnya dengan teman-teman anggota dewan yang senior, terutama di Fraksi Partai Golkar,” ujarnya.

Terkait munculnya spekulasi di masyarakat yang menyebut proses PAW tersebut berlangsung secara mendadak, Eko Santoso menegaskan bahwa proses tersebut sebenarnya telah dibicarakan sejak beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan bahwa komunikasi mengenai rencana pengunduran diri Bambang Sasongko telah berlangsung sejak beberapa bulan sebelumnya.

”Kalau dibilang mendadak sebenarnya tidak, karena komunikasi dengan Mas Bambang sudah dilakukan sejak bulan Oktober tahun lalu,” jelasnya.

BACA JUGA :  Fathul Kutub Bekali Santri Hadapi Permasalahan Kontemporer

Eko mengaku pada awalnya tidak langsung menerima rencana pergantian tersebut karena mempertimbangkan hubungan pertemanan dengan Bambang Sasongko. Ia merasa perlu memastikan bahwa keputusan tersebut benar-benar merupakan pilihan pribadi Bambang. Ia merasa perlu memastikan bahwa keputusan tersebut benar-benar merupakan pilihan pribadi Bambang.

”Awalnya saya tidak langsung menerima, karena saya berpikir mungkin Mas Bambang masih ingin melanjutkan. Rasanya tidak enak,” ujarnya.

Namun setelah melalui berbagai komunikasi dan pertimbangan, keduanya akhirnya sepakat mengurus proses administrasi pengunduran diri melalui partai. Eko menyebut, pada awal Januari mereka bersama-sama mendatangi DPD Partai Golkar untuk mengurus surat pengunduran diri Bambang Sasongko.