Slawi  

Banjir Melanda Sejumlah Desa di Kabupaten Tegal

Umi menyebutkan, untuk mengatasi banjir, perlu dilakukan normalisasi Sungai Rambut, Sungai Cacaban dan Sungai Pekijingan. Normalisasi perlu dilakukan dari hulu ke hilir sampai ke bawah.

“Setiap tahun kami sudah mengusulkan normalisasi sungai, kami sangat memaklumi memang banyak sekali sungai yang perlu dinormalisasi,”tutur Umi.

Terlepas dari itu, Umi berpesan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai. “Dengan semakin banyaknya rumah dibangun, serapan air juga berkurang, sehingga serapa air juga berkurang,”tuturnya.

Umi juga mengimbau warga agar membuat biopori dan penanaman tanaman keras di dataran tinggi.

Dari hasil pantauan ke sejumlah lokasi banjir bersama Plt Kepala Dinsos dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal , Umi menuturkan, warga terdampak banjir paling banyak di Desa Plumbungan, Desa Sidakaton dan Desa Sidaharja. Di Desa Sidaharja jumlah warga terdampak banjir sebanyak 1.552 kepala keluarga atau 6.000 lebih jiwa.

BACA JUGA :  Mosi Tak Percaya Pimpinan DPRD Kabupaten Tegal Menguat

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal Elliya Hidayah mengimbau warga agar tidak lagi membuang limbah atau sampah di bantaran sungai atau drainase. Pembuangan limbah agar dilakukan di tempat semacam septic tank.

Elliya menyebutkan, hujan dengan curah hujan tinggi akan terjadi sampai Maret, sehingga kesiapsiagaan akan dilakukan sampai bulan tersebut dengan memfungsikan posko-posko relawan dan menggerakkan tim reaksi cepat dari OPD.

Sementara itu, bantuan bagi warga terdampak banjir telah didistribusikan oleh PMI Kabupaten Tegal,BPBD dan Dinas Sosial. Bantuan yang diberikan antara lain nasi bungkus untuk makan pagi dan siang, air bersih dan peralatan dapur umum.

error: