“Komitmen kami pada pengentasan kemiskinan. Bantuan kebencanaan tetap ada, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana mustahik bisa setara secara ekonomi,” kata Daroji.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Tegal, Harun Abdi Manaf, menyebut Zmart sebagai bentuk nyata kemanfaatan dana zakat.
Harun menilai, pola konsumtif semata tidak akan menyelesaikan persoalan kemiskinan.
“Kalau hanya konsumtif itu sama saja melestarikan kemiskinan. Tapi kalau produktif, maka akan mengurangi angka kemiskinan,” ujar Harun.
Di Kota Tegal, terdapat sekitar 7.770 kepala keluarga yang di nilai perlu di angkat melalui program produktif Baznas.
Untuk setiap unit Zmart, Baznas mengalokasikan bantuan senilai Rp 4 juta untuk pembangunan atau penataan toko serta Rp 4 juta untuk pengadaan barang dagangan. (T03)


