Konon sungai ini juga banyak buayanya. Orang-orang tua pada saat itu, banyak yang melarang anak cucunya untuk datang, menyeberangi, mandi dan sebagainya disungai ini. Terlebih dalam saat berperang orang tua selalu memberikan peringatan-peringatan yang melarang melangkahi atau menyeberangi sungai tersebut.
Ciung Wanara
Untuk meyakinkan hal ini, maka terungkaplah sebuah legenda tentang perang Arya Bangah dengan Ciyung Wanara. Akibat menyeberangi sungai Baribis ini, Arya Bangah mengalami kekalahan. Dari kepercayaan akan hal ini, maka Sungai Baribis dijadikan peringatan atau pepenget atau pepeling atau pepali. Yang artinya larangan. Ini agar jangan sampai pada saat berperang melangkahi atau menyeberangi sungai ini.
Lantaran Sungai Baribis menjadi larangan dari kaum tua, maka sungai ini dikenal sebagai larangan, atau Sungai Pepali atau Pemali. Yang berarti pepalan atau larangan.
Menurut tutur beberapa orang tua zaman dahulu, di daerah Sungai Pemali itu semula bernama sungai Baribis yang bermata air dari Gunung Baribis. Kemungkinan itu sebabnya, daerah ini disebut daerah Baribis. Yaitu, daerah aliran Sungai Baribis dan dari kata Baribis ini menjadi Brebes. (**)


