Selain menggali unsur kreativitas dan kemampuan teknis peserta, pelaksanaan lomba yang sepenuhnya di biayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik ini menjadi sebuah gerakan untuk mengisi ruang digital lewat konten-konten yang bertanggung jawab.
“Saya berharap narasumber bisa mengeluarkan semua rahasianya. Teknik apa yang bisa menjadikan konten literasi peserta tampil menarik. Sehingga sepulangnya dari sini, peserta bisa memperbaiki lagi kontennya untuk di unggah kembali dan di nilai juri,”tutrnya, Selasa (12/5/2026).
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal, Sri Handayani melaporkan, kegiatan lomba video konten literasi menyasar segmen generasi digital native. Jumlah peserta sebanyak 43 orang. Mereka berhasil menyisihkan puluhan pendaftar lain melalui seleksi administratif dan unggah karya. Peserta terdiri atas kalangan pelajar 19 orang, mahasiswa 15 orang, dan umum 9 orang dengan rentang usia 17-35 tahun.
Kegiatan selama sehari ini menghadirkan dua orang praktisi profesional di bidangnya. Mereka adalah Evan Imran, founder ExploreTegal dan Faizin, guru SMK NU Slawi. Dalam pembekalan ini, Evan lebih banyak membedah materi aspek teknis produksi visual.
Ia menekankan pentingnya storyline dan storyboard sebagai peta jalan agar proses syuting tidak kehilangan arah. Ia juga berbagi teknik color grading guna memberikan kesan emosional yang kuat pada hasil akhir video.
Sementara Faizin, memberikan pendalaman pada aspek pra-produksi. Faizin memandu peserta dalam menyusun skenario yang sistematis dan pembuatan outline konten. Skenario yang kuat adalah fondasi agar pesan literasi yang berat bisa tersampaikan dengan ringan tanpa kehilangan substansi. (**)



