Menerima bantuan tersebut, mata Noryatin berkaca-kaca. Ia mengaku sangat terharu karena akhirnya memiliki modal untuk meninggikan huniannya agar tidak lagi menjadi “rumah bawah tanah”.
“Senang sekali, terharu. Rencananya uang ini untuk beli hebel dan meninggikan rumah. Terima kasih Pak Gus Yasin,” ucapnya penuh syukur.
Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Gus Yasin menegaskan bantuan ini merupakan langkah darurat untuk memastikan keluarga Noryatin memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan sehat.
Ia juga meminta warga sekitar untuk bergotong-royong membantu proses renovasi rumah tersebut.
“Rencananya kita naikkan bangunannya secara langsung karena kalau rumah apung tidak memungkinkan di lokasi ini. Kita naikkan supaya lebih tinggi dari rob,” jelas Gus Yasin.
Lebih lanjut, Wagub memaparkan strategi besar pemerintah dalam menangani masalah rob di pesisir Jawa Tengah.
Salah satunya melalui rencana pembangunan giant sea wall yang membentang dari Jepara hingga Kendal, yang saat ini masih dalam tahap pembahasan intensif. Pemprov juga mulai menyiapkan pembangunan hybrid sea wall sebagai tanggul penahan rob.
“Saat ini baru pembahasan, selesai mungkin tahun ini,” jelasnya.
Di sisi lain, Gus Yasin juga menyoroti persoalan sampah yang kerap menumpuk di kawasan rob dan berpotensi memicu masalah kesehatan.
Ia mendorong adanya pengadaan alat pemusnah sampah di tingkat RT melalui kolaborasi dengan inovasi dari perguruan tinggi.
“Coba kita nanti dorong per RT, kalau lihat kawasannya untuk dikumpulkan, dibawa keluar, rasa-rasanya susah. Jadi memang harusnya per RT langsung memiliki pembakaran masing-masing,” pungkasnya. (**)


