Kemiripan lain, Brebes memiliki populasi yang padat sama dengan Mumbai. Bahkan, Brebes tercatat sebagai salah satu kabupaten terpadat di Jawa Tengah. Intensitas aktivitas ekonominya sering diibaratkan dengan padatnya kota Mumbai. Istilah Van Java sendiri merupakan gaya penamaan Belanda yang berarti dari Jawa. Kata itu sering digunakan untuk membandingkan kota di Indonesia dengan kota besar dunia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso mengakui, Brebes kini memang memiliki julukan baru. Yakni, Mumbai Van Java. Julukan itu bukan pemerintah daerah yang membuat, tetap muncul sendiri di situs resmi wikipedia.
“Bagi kami, adanya julukan Mumbai Van Java ini menjadi peluang dan potensi bagus untuk Brebes di sektor wisata,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Dia mengatakan, melekatnya julukan Mumbai Van Java itu lebih cenderung dari pusat produksi bawang merah. Apalagi, hubungan pasar bawang merah Indonesi, khususnya Brebes dengan India juga sangat dekat. Namun terlepas dari itu, pihaknya memandang ada peluang besar untuk pengembangan wisata menyusul melekatnya julukan tersebut.
“Ini bisa kami kembangan untuk konsep wisata pertania atau agrowisara yang menonjolkan bawang merah. Apalagi, saat ini juga sudah ada festival bawang merah yang digelar rutin setiap tahun. Tinggal bagaimana kita mengemas lebih cantik sebagai agrowisara dan wisata edukasi agar lebih menjual hingga internasinal,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pengembangan wisata ke sektor pertanian itu sejalan dengan program Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma. Yakni, Agrowisata Tata.
“Ini menjadi tatangan kami untuk memperkuat agrowisata untuk edukasi. Misal dengan edukasi menanam bawang atau dari sisi budaya soal tanaman bawang merah. Sehingga menjadi daya tarik baru,” pungkasnya. (**)


