Tegal  

BRI Imbau Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK Via WhatsApp Saat Jelang Libur Lebaran

TEGAL, smpantura – Menjelang periode libur Lebaran aktivitas komunikasi dan transaksi digital masyarakat meningkat. Untuk itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau nasabah agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital. Salah satunya melalui pengiriman file berformat APK dari sumber tidak di kenal.

Modus ini dalam praktiknya di awali dengan pesan WhatsApp dari oknum yang mengaku berasal dari instansi tertentu. Pesan tersebut di sertai narasi yang meyakinkan dan lampiran file APK yang di klaim sebagai undangan digital. Atau surat layanan perpajakan, resi pengiriman paket, hingga dokumen penting lainnya.

Padahal file tersebut dapat menjadi pintu masuk program berbahaya atau malware yang di rancang untuk mencuri data pribadi, merusak sistem perangkat, hingga mengambil alih kendali ponsel tanpa sepengetahuan pengguna. Aplikasi APK dari sumber tidak tepercaya juga dapat meminta izin akses tertentu pada perangkat. Akses ini berpotensi di manfaatkan untuk memantau aktivitas pengguna. Termasuk membuka peluang penyalahgunaan akses layanan keuangan yang tersimpan di perangkat.

BACA JUGA :  Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024 Disetujui Seluruh Fraksi DPRD

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menjelaskan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang sehingga membutuhkan kewaspadaan dari semua pihak.
“Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan di lakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah,” ujarnya.

Jangan Percaya

Ia menegaskan, keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian utama yang terus di jalankan secara konsisten oleh BRI. BRI juga mengimbau nasabah untuk tidak mengklik, mengunduh, ataupun menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya. Selain itu, masyarakat di minta tidak meneruskan pesan, file, atau tautan mencurigakan kepada pihak lain. Jika menerima pesan yang terkesan mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan atau verifikasi data, atau menyertakan lampiran file dari nomor tidak di kenal meski mengatasnamakan bank atau instansi tertentu, nasabah di minta memastikan kebenaran pengirim terlebih dahulu.