“Kami menyiapkan pembangunan jembatan baru di Pancuran 13 yang juga menjadi spot foto ikonik,” kata Bupati.
Ia juga menginstruksikan penataan pipa air panas secara rapi dan terintegrasi demi menjaga estetika kawasan wisata.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati kembali mengajak insan pers turut mempromosikan Guci sebagai destinasi wisata yang aman dan layak di kunjungi.
“Melalui karya jurnalistik, saya mengajak pers menyampaikan bahwa Guci aman di kunjungi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pers memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengawasan pembangunan sekaligus penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Pers merupakan mitra strategis dalam pengawasan pembangunan dan penyampaian informasi,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tegal Akhmad Uwes Qoroni menyampaikan kawasan wisata Guci konsisten menjadi penyumbang terbesar retribusi pariwisata daerah.
“Kontribusi Guci mencapai sekitar 90 persen dari total retribusi pariwisata daerah,” jelasnya.
Capaian
Ia memaparkan capaian retribusi sebesar Rp12,4 miliar pada 2024, meningkat menjadi Rp13,8 miliar pada 2025. Dan di targetkan mencapai Rp16 miliar pada 2026.
Lebih lanjut, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo memastikan situasi keamanan kawasan wisata tetap kondusif sehingga wisatawan tidak perlu khawatir untuk berkunjung.
“Guci tetap aman di kunjungi meski sempat ramai di perbincangkan akibat banjir bandang,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana mengajak wartawan mempromosikan potensi wisata melalui karya jurnalistik dan konten digital.


