Meski terdapat jalur alternatif melalui Desa Danareja, kondisi jalan tersebut di nilai belum memadai untuk dilalui secara optimal, sehingga keberadaan jembatan gantung sangat krusial bagi mobilitas masyarakat.
Sementara menunggu proses perbaikan, Bupati Ischak mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jembatan gantung tersebut demi keselamatan.
Ia juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk turut membantu warga terdampak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan logistik.
“Untuk sementara masyarakat di harapkan menggunakan jalur alternatif. BPBD juga kami minta membantu logistik warga yang terdampak,” katanya.
Dalam rencana teknis perbaikan, pemerintah akan memperkuat fondasi jembatan menggunakan konstruksi beton siklop yang di lapisi bronjong untuk menahan gerusan air.
Selain itu, rekayasa aliran sungai juga akan di lakukan guna meminimalkan risiko kerusakan saat proses pembangunan berlangsung.
“Kami minta di lakukan pengalihan arus air. Karena kondisi sungai dengan batuan besar cukup menyulitkan, maka aliran di sisi timur akan di tutup sementara dan dialihkan ke sisi barat agar debit air berkurang dan pengerjaan bisa berjalan lancar,” pungkasnya. (**)


