“Mari kita jadikan semangat inovasi ini sebagai kunci kemajuan untuk mewujudkan Kabupaten Tegal yang benar-benar luar biasa,” tuturnya.
Kepala Bapperida Kabupaten Tegal Muhammad Faried Wajdy dalam laporannya menyampaikan bahwa penilaian inovasi daerah tidak hanya di dasarkan pada jumlah inovasi yang di hasilkan, tetapi juga pada tingkat kematangan inovasi tersebut.
Ia menjelaskan terdapat 20 indikator yang menjadi dasar penilaian kematangan inovasi, di antaranya regulasi pendukung, ketersediaan sumber daya manusia, dukungan anggaran, hingga kualitas serta tingkat kepuasan pengguna terhadap inovasi yang di hasilkan.
“Yang paling penting bukan hanya jumlah inovasinya, tetapi kematangannya. Ada 20 indikator kematangan mulai dari regulasi, SDM, dukungan anggaran hingga kualitas dan kepuasan pengguna,” jelasnya.
Faried juga melaporkan bahwa indeks inovasi daerah Kabupaten Tegal menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2023 indeks inovasi daerah tercatat sebesar 60,33 dengan predikat sangat inovatif, meningkat menjadi 67,80 pada tahun 2024, dan kembali naik menjadi 77,59 pada tahun 2025 dengan predikat yang sama. (**)


