SLAWI, smpantura – Suasana SDN Tuwel 2, Kecamatan Bojong, tampak berbeda pada Selasa (31/3/2026). Tak hanya sekadar belajar di kelas, para siswa bersama wali murid berkumpul mengikuti program “Joling School” (Penghijauan Lingkungan Sekolah) yang dipadukan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Acara ini menghadirkan relawan dari Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Bumijawa, bagian dari PMI Kabupaten Tegal, untuk memberikan edukasi penting mengenai keselamatan.
Dalam sesi materi, narasumber membekali peserta dengan pengetahuan mitigasi bencana, khususnya banjir dan longsor yang rawan terjadi di wilayah dataran tinggi. Tak hanya teori, siswa dan ibu-ibu wali murid juga diajarkan teknik dasar pertolongan pertama agar lebih siap menghadapi situasi darurat di rumah maupun sekolah.
Relawan SIBAT Bumijawa Abdul Kholik, menekankan bahwa pemahaman bencana harus dimulai dari lingkup terkecil.
“Kami ingin anak-anak dan orang tua tidak hanya waspada, tapi tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
Selain itu, materi pertolongan pertama diberikan agar mereka bisa menjadi penolong pertama bagi keluarga atau teman yang membutuhkan bantuan medis darurat,” ujar Abdul Kholik.
Sebagai langkah nyata pencegahan longsor dan banjir, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman 100 bibit pohon di halaman dan sekitar area sekolah. Aksi hijau ini diharapkan dapat memperkuat struktur tanah sekaligus menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang.
Kegiatan yang baru pertama kali digelar di SDN Tuwel 2 ini ditutup dengan hangat melalui acara Halal Bihalal, mempererat silaturahmi antara pihak sekolah, wali murid, dan para relawan (**)


