“Bisa hemat Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribu. Uangnya nanti buat kebutuhan di kampung,” ungkapnya.
Sementara itu, Susi Ariyani datang bersama putrinya, Safa Aulia. Keduanya akan turun di Stasiun Solo Balapan. Bagi Susi, perjalanan kali ini terasa jauh lebih ringan.
“Terima kasih Pak Gubernur atas bantuannya, bisa mudik gratis. Sangat membantu sekali,” katanya.
Menurut data Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, program mudik gratis tahun 2026 tidak hanya menggunakan bus, tetapi juga kereta api dengan total kapasitas 1.288 penumpang dari tiga rangkaian kereta.
Salah satunya KA Jaka Tingkir dengan kapasitas 576 kursi yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 11.50 WIB. Kereta ini melayani perjalanan menuju Solo Balapan dengan sejumlah pemberhentian di antaranya Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, hingga Klaten.
Kereta berikutnya adalah KA Tawang Jaya dengan kapasitas 640 kursi yang berangkat pukul 18.25 WIB menuju Semarang Poncol melalui jalur Pantura, melintasi Brebes, Tegal, Pemalang, dan Pekalongan. Selain itu, disediakan pula satu kereta tambahan dengan kapasitas 72 kursi yang melayani rute Pasar Senen hingga Solo Balapan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang melepas keberangkatan pemudik mengatakan, program tersebut memang ditujukan bagi masyarakat pekerja informal yang merantau di Jakarta.
“Yang mudik gratis ini kita fasilitasi untuk masyarakat kita yang bekerja di sektor informal, seperti pembantu rumah tangga, kuli bangunan, pengemudi ojek online, tukang bakso, dan lain-lain,” ujarnya.
Bagi ribuan perantau itu, perjalanan pulang bukan sekadar perjalanan biasa. Di dalam gerbong kereta yang melaju menuju Jawa Tengah, ada cerita tentang perjuangan hidup di perantauan, dan harapan sederhana untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di rumah. (**)


