“Kondisi ini membuat jemaah berdesakan dan antrean fasilitas seperti toilet menjadi sangat panjang,” ujarnya.
Ia menegaskan, penambahan kuota harus memperhitungkan kapasitas ruang yang tersedia. Seharusnya, kata dia, penilaian menggunakan analisis matematis, yakni perbandingan luas area dengan jumlah jemaah. Ke depan, solusi yang dapat dipertimbangkan adalah pembangunan fasilitas vertikal di Mina untuk mengatasi keterbatasan lahan.
“Penyebab kepadatan adalah ruang terbatas, sementara kuota terus bertambah. Evaluasi harus berbasis kondisi riil dan perhitungan yang matang, agar kualitas layanan tetap terjaga,” katanya. (**)


