Dari Genangan ke Gerakan: Solusi Terintegrasi Penanganan Banjir Perkotaan Pemalang

Oleh Dr. Ismiyanto, S.H., M.H., M.M. ( Pemerhati Ruang Publik, Praktisi perbankan, Dosen Advokat dan Mediator, Coach dan Trainer)

smpantura – Setelah melihat kondisi banjir beberapa bulan ini di wilayah perkotaan Pemalang. Dimana banyak kawasan yang sudah tertutup bangunan, paving atau aspal, maka air hujan jadi sulit meresap ke tanah. Akibatnya, air lebih cepat berkumpul di permukaan.

Jika saluran air yang ada tidak cukup untuk menampung aliran air saat hujan lebat, maka air akan meluap dan menyebabkan genangan, bahkan bisa berubah menjadi banjir di area tersebut.

Sebagai pemerhati ruang publik yang cinta akan daerah Pemalang, saya memiliki gagasan dan ide untuk sedikit solusi penanganan banjir di Pemalang. Gagasan ini sebagai aspirasi warga kepada Pemerintah Daerah yang sudah mengangani dengan semaksimal mungkin.

Berikut ini ide dan gagasan saya :

1. Saluran skala sedang dengan lebar sekitar lebar 3 Meter dan kedalaman 3 Meter (adaptif) diharapkan bisa dibangun dibangun dari Alun alun sisi timur atau Pendopo Kabupaten sampai ke saluran utama yaitu sungai Elon Desa Beji/ Pedurungan. Dengan pertimbangan kemiringan ideal dasar saluran (drainase) agar aliran tetap lancar dan tidak terjadi backflow (air berbalik). Saluran ini bisa dibangun di sisi selatan jalan di sepanjang jalan Jendral Soedirman – Beji atau lokasi lain.

BACA JUGA :  Wurung Inggek Nang PAI

2. Revitalisasi dan normalisasi Kali Bacin yang melintas di perkotaan agar bisa mengalir sampai ke pantai utara (laut Jawa)

3. Revitalisasi Kali Baros

Selain pembangunan fisik drainase, strategi mitigasi banjir di wilayah perkotaan Pemalang dan wilayah lainnya perlu dilengkapi dengan edukasi kepada masyarakat terkait tatakelola sampah.

Jika pihak yang berkepentingan ingin berdiskusi terkait hal ini, saya terbuka untuk berdiskusi. Gagasan ini tidak ada tendensi untuk kepentingan pribadi, melainkan hanya aspirasi dari saya sebagai warga Pemalang yang cinta dengan Pemalang serta berharap Pemalang menjadi tempat tinggal yang nyaman. (**)