Dedy berharap masyarakat, ASN, TNI dan Polri turut menjadi motor penggerak dengan menanam pohon di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy juga menyinggung persoalan bencana alam yang kerap terjadi akibat salah kelola lingkungan.
Dedy menegaskan, penanaman pohon komersial seperti jati dan kelapa sawit di wilayah pegunungan dan perbukitan berisiko memicu bencana.
“Kalau pemerintah tegas melarang, saya yakin pohon-pohon itu tidak akan di tebang,” katanya.
Bahkan, Dedy berencana membuat kuisioner untuk mengetahui sejauh mana kesadaran masyarakat terhadap gerakan menanam pohon.
Menurut Dedy, jika Kota Tegal di tanami tabebuya dan sepatu dea secara masif, wajah kota akan tampak lebih indah saat musim kemarau, terutama pada Juli, Agustus dan September.
“Nanti akan terlihat betul keindahannya,” pungkas Dedy. (**)


