BREBES, smpantura – Berbagai langkah telah dipersiapkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, untuk menghadapi ancaman El Nino yang diprediksi mulai Mei-September mendatang. Itu dilakukan lantaran bisa berdampak pada gagal panen tanaman petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Hendrik Komara mengatakan, El Nino jika terjadi akan berdampak pada penurunan produksi tanaman padi dan hortikultura. Itu karena memicu risiko munculnya puso atau gagal panen, dan meningkatnya serangan hama. Untuk itu, pihaknya menanggapi serius datangnya El Nino tersebut, dengan mengambil berbagai langkah persiapan.
“Fokus utama kami dengan penguatan infrastruktur irigasi dan distribusi bantuan untuk antisipasi kekeringan ini,” ucapnya, Senin (6/4/2026).
Dia mengungkapkan, langkah pertama dengan mesiagakan bantuan infrastruktur sepanjang tahun 2022 hingga 2025. Di antaranya, bantuan 124 unit pompa air, peralatan pengolahan 60 unit dan tim 184 unit. Kemudian, memaksimalkan bangunan Dam sebanyak 16 unit, irigasi perpipaan 6 unit hingga irigasi ait tanah dalam 24 unit.
“Kita persiapan semua bantuan yang sudah disalurkan ke para petani tersebut. Dengan harapan, petani bisa mengantisipasi terkait musim kering nanti,” jelasnya.
Di tahun 2026 ini, lanjut dia, pihaknya juga melakukan percepatan bantuan infrastruktur dan peralatan. Hal itu untuk memperkuat infrastruktur pertanian yang sudah ada. Percepatan itu di antaranya dengan membangun 7 unit dam parit, 12 unit irigasi perpipaan, 13 unit irigasi perpompaan, dan bantuan pompa air 226 unit.
“Dengan langkah ini, kita targetkan coverage irigasi tambahan hingga 70% lahan sawah kering di Brebes. Ini untuk prioritas varietas tahan kekeringan,” pungkasnya. (**)


