”Sungainya itu menyerupai ular jalan. Jadi tidak bisa lurus. Harapannya kedepan banjirnya setiap tahun bisa cepat surut,” pintanya.
Kini, lanjut Taryadi, para petani hanya bisa menggantungkan harapan pada pemerintah. Mereka mendesak adanya normalisasi atau pelurusan aliran Kali Sono agar sawah mereka tidak lagi terendam setiap musim hujan tiba.
”Tanpa solusi nyata, ratusan hektare sawah di perbatasan ini hanya akan terus menjadi saksi bisu kegagalan panen yang berulang,” ujarnya. (**)


