Diundang Lebaran Bersama Gubernur, Anak Panti dan Komunitas Difabel Ngaku Ini Pertama Kali

“Anak-anak ini biasanya hanya mendapatkan kasih sayang dari lingkungan panti. Kesempatan seperti ini sangat berarti bagi mereka untuk melihat dunia luar,” katanya. Ia menambahkan, sekitar 30 anak panti diboyong ke Semarang untuk mengikuti kegiatan tersebut, yang sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mereka.

Selain anak panti, kebahagiaan serupa juga dirasakan para penyandang disabilitas yang turut hadir. Muhammad Hilal Huda dari Yayasan Rumah Difabel Indonesia mengaku terharu bisa merayakan Idulfitri bersama Gubernur.

“Baru tahun ini kami bisa Lebaran bersama Pak Gubernur. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih,” ujarnya.

Huda juga menilai sosok Ahmad Luthfi sebagai pemimpin yang tegas, ramah, dan terbuka terhadap dialog, khususnya dengan komunitas difabel. Ia berharap ke depan Jawa Tengah semakin inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.

BACA JUGA :  Jawa Tengah Raih Penghargaan Kementerian Budaya, Sumbang Warisan Budaya Takbenda Terbanyak Se-Indonesia

“Harapannya, Jawa Tengah semakin inklusif dan memberi ruang yang lebih luas bagi teman-teman difabel,” ucapnya.

Senada, perwakilan difabel lainnya, Hidayah, mengapresiasi dukungan yang selama ini telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia berharap perhatian tersebut dapat terus ditingkatkan.

“Kami sudah bangga, ke depan semoga dukungannya bisa lebih besar lagi,” katanya.

Momentum Lebaran kali ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga menjadi ruang pertemuan penuh makna antara pemimpin dan warganya, menguatkan empati, membuka harapan, dan menghadirkan senyum bagi mereka yang jarang tersentuh perhatian. (**)