PEMALANG, smpantura – Empat dalang muda yaitu Ki Narendra Hang Eshan, Ki Marsudi Wahyu Nugroho, Ki Sugangsar M Jati, dan Ki Noval Wisnu saling bergantian tampil dalam perayaan ulang tahun ke 20 Yayasan Roda Kendali Mengori (YRKM). Mereka membawakan lakon Parikesit Ratu dengan diramaikan kehadiran bintang tamu, sinden Eva dari Boyolali dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pemalang, Wardoyo.
“Para perayaan ulang tahun kali ini, kami mengambil lakon Parikesit Ratu, dimana dalam cerita tersebut banyak yang diambil pelajaran dalam kehidupan sehari hari. Kami dari YRKM ingin memberikan kesempatan pada para dalang muda untuk belajar mengasah kemampuannya agar budaya Jawa tetap lestari dan berkembang,” ujar Ketua YRKM, Marsudi Wahyu Nugroho, baru baru ini.
Ia mengatakan, lakon wayang Parikesit Ratu menggambarkan kebimbangan Parikesit dalam menerima tanggung jawab besar ini. Ia masih muda dan belum berpengalaman, diiringi keraguan dari rakyat Hastinapura.Kisah Parikesit sebagai raja tidak mudah. Lakon wayang Parikesit menunjukkan berbagai rintangan yang harus ia hadapi, seperti pemberontakan dan ancaman dari pihak-pihak yang tidak puas dengan kepemimpinannya. Dalam satu lakon tersebut, empat dalang menampilkan bagian masing masing. Ki Noval menampilkan saat awal pewayangan atau jejer, dalang kedua Ki Sugangsar menampilkan budalan. Dalang ketiga Ki Narendra tampil pada sesi perang gagal, dan sesi terakhir yaitu goro goro dan akhir cerita dimainkan Ki dalang Wahyu.
“Saya menyambut baik dan ikut bangga dengan tampilan empat dalang muda itu, dan siap mendukung kemajuan seni wayang kulit di Pemalang. Saya hadir di ulang tahun YRKM ini bersama tim dari Sanggar Laras Manaf salah satu bentuk dukungan nyata kita terhadap seni pertunjukan wayang,” ujar Wakil Ketua DPRD Pemalang, Wardoyo.


