Batang  

Gabungkan Pengajaran Klasik Modern, Ponpes Al-Inaaroh Ingin Jadi Mercusuar Ilmu

PEMBELAJARAN: Suasana proses pembelajaran dan kegiatan di Ponpes Al-Inaaroh yang berdiri di Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang.

BATANG, smpantura – Pondok Pesantren Al-Inaaroh menjadi lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen membina generasi muslim berilmu, berakhlak mulia, serta berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah di tengah kehidupan masyarakat. Berdiri sejak 21 Mei tahun 2017, pesantren ini berdiri di Desa Brayo, Kecamatan Wonotungal, Kabupaten Batang.

Meski baru berusia sekitar delapan tahun, tapi Al-Inaaroh kini menjadi salah satu pondok pesantren yang menjadi rujukan bagi orang tua yang ingin anaknya mendapatkan pendidikan. Tidak heran, santri Al-Inaaroh tersebar dari berbagai daerah, seperti Batang, Pekalongan, Semarang, wilayah Jabodetabek, Madura, daerah-daerah lain sampai mereka yang berasal dari luar Jawa.

”Melalui Pondok Pesantren Al-Inaaroh, kami ingin menjadikan lembaga ini sebagai mercusuar ilmu yang melahirkan cendekiawan-cendekiawati yang peduli dan peka dengan realitas sosial,” ujar Pengasuh Pesantren Al-Inaaroh KH Muhammad Luthfi.

Al-Inaaroh merupakan lembaga pendidikan pesantren salaf dengan model konsep boarding school dimana di dalamnya terdapat lembaga pendidikan madrasah (MTs dan MA Takhassus Al-Inaaroh). Konsepnya menggabungkan pola pengajaran klasik modern.

BACA JUGA :  Hadiri Deklarasi, Dua Kades Diberi Sanksi Administrasi

”Al-Inaaroh membuka pendidikan formal tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Takhassus kitab kuning dan bahasa Jawa, dengan sistem pembelajaran terintegrasi,” tuturnya.

Muhammad Luthfi menambahkan, kehadiran Pesantren Al-Inaaroh menjadi bagian dari ikhtiar untuk ikut membangun kemajuan masyarakat, tanpa harus meninggalkan khazanah-khazanah keislaman klasik warisan para ulama. Al-Inaaroh, lanjut dia, merupakan lembaga pendidikan yang berbasis pondok pesantren dan pendidikan formal yang terdiri dari Day Care, Kelompok Bermain, TK, SD, MTs, dan MA. Selain itu, Madrasah Diniyyah (Madin) yang menggunakan metode klasik kitab kuning dengan jenjang Ula (setara MTs) dan Wustho (setara MA).